Glade Bridge

Lokasi: Beranda / Wisata / BPDP: Riset Sawit Jangan Berhenti di Jurnal, Harus Masuk ke Industri

BPDP: Riset Sawit Jangan Berhenti di Jurnal, Harus Masuk ke Industri

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan hasil riset kelapa sawit harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Penelitian tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi harus masuk ke dunia industri melalui hilirisasi.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mochmad Alfansyah mengatakan, ajang Palm Research and Innovation Show (PERISAI) 2026 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku industri, investor, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem riset serta inovasi sawit nasional.

"Melalui PERISAI, kami ingin menunjukkan bahwa sawit bukan hanya menghasilkan minyak nabati atau biodiesel. Berbagai hasil riset yang didukung BPDP telah menghasilkan inovasi di bidang pangan, kesehatan, energi terbarukan, biomaterial, hingga rekayasa industri. Inilah bukti bahwa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global," ujar Alfansyah dalam media briefing di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut Alfansyah, riset dan inovasi menjadi salah satu pilar utama untuk meningkatkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia.

Dukungan BPDP tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan. Lembaga itu juga ingin mendorong lahirnya inovasi yang memberi nilai tambah bagi industri dan masyarakat.

Alfansyah mengatakan, sejak program pendanaan riset dijalankan, BPDP telah mendukung ratusan penelitian yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia.

Ia menegaskan, hilirisasi menjadi fokus utama agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti di laboratorium, tetapi diterapkan secara luas, termasuk oleh pekebun rakyat.

"Kami ingin membangun ekosistem inovasi yang kuat. Karena itu, PERISAI bukan sekadar forum ilmiah, tetapi menjadi ruang bertemunya peneliti, pemerintah, industri, pelaku usaha, dan investor agar hasil riset dapat diterapkan secara luas, termasuk oleh pekebun rakyat," tutupnya.

Artikel Terkait

  1. Promo Superindo Periode 17-19 Juli 2026, Telur Harga Spesial Mulai Rp 26.000
  2. Alamak! Rapat DPRD Riau Memanas hingga Ricuh Pimpinan Dewan vs Anggota
  3. Polisi Tangkap Pengedar Upal di Tangerang, Duit Palsu Rp 68 Juta Disita
  4. Kasus Dugaan Teror di Rumah Dinas Wabup Deli Serdang, Hasil Labfor Diumumkan Senin
  5. Cegah Begal hingga Tawuran, Polisi Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Cikarang
  6. Daftar 8 SD Negeri di Sragen yang Bakal Dilebur pada 2026
  7. Kapolda Riau Turun Langsung Pantau Pengambilan Bib dan Racepack RBR 2026
  8. Pengalaman Berat Adhisty Zara Syuting Film Rumah Singgah saat Kehilangan Kakeknya Acil Bimbo

Copyright © Glade Bridge · Glade Bridge · sitemap ·